Select Page
Singkong adalah tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan dalam akar atau yang biasa disebut umbi. Singkong adalah tumbuhan yang unik, bisa hidup pada berbagai kondisi lingkungan. Banyak variasi makanan yang bisa diolah dari bahan singkong salah satunya keripik sanjai. Tahukah kalian bagaimana cara membuat keripik singkong balado asal minangkabau tersebut?. Simak aritkel berikut. Cekidot !.

Sejarah Kripik Sanjai

keripik singkong balado

Karupuak sanjai atau juga dikenal dengan keripik sanjai adalah makanan yang sangat populer jika kita mengunjungi Sumatera Barat. Siapa sih yang enggak kenal dengan makanan khas Kota Bukittinggi ini. Makakan ini terbuat dari singkong dengan ciri khas minangkabau. Tahukah Anda bagaimana sejarah keripik singkong balado ini. Ayo simak artikel ini.

Industri keripik singkong balado atau keripik sanjai berkembang pesat di Kota Bukittinggi sejak dullu kala dengan bentuk industri rumah tangga (IRT).  Industri tersebut tumbuh dan berkembang dengan merek yang bervariasi dengan ciri khas dan inovasi yang bervariasi pula.

Sejarah keripik sanjai bermula dari sebuah kampung yang bernama Sanjai yang terletak di bagian utara Kota Bukittinggi. Kampung ini terletak di Desa Manggis, Kelurahan Manggis Gantiang Sanjai, Kota Bukittinggi. Usaha keripik di Jalan Sanjai ini diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1970-an.

Biasanya singkong yang tumbuh di kampung sanjai ini tidak sama dengan kampung-kampung lainnya di Bukittingi karena singkong yang tumbuh di daerah ini memiliki rasa yang sangat khas dan renyah. Kepopuleran keripik singkong yang berasal dari daerah sanjai ini cepat tersebar ke daerah-daerah lain, bahkan hingga menyebar ke seantero ranah Minangkabau.

Keripik Singkong Balado khas Bukittinggi ini memiliki tekstur yang sangat renyah dan rapuh. Berbeda dengan keripik singkong yang lain pemberian bumbu ladonya bisa dengan menggunakan mesin. Dewasa ini usaha tersebut sudah turun-temurun hingga ke beberapa generasi.

Keripik sanjai menjadi ikon oleh-oleh jika kita mengunjungi Kota Bukittinggi, sehingga keripik sanjai menjadi oleh-oleh wajib untuk kerabat dan rekan-rekan di daerah asal. Cemilan khas asal kota jam gadang ini memberikan kesan yang unik sehingga keripik sanjai sangat layak menjadi pilihan utama sebagai oleh-oleh khas kota sejuk ini.

Walaupun penduduk setempat menamakan makanan ini karupuak,tetapi makanan ini sebenarnya berwujud keripik berbahan baku singkong. Kiripik singkong balado ini secara umum terbagi menjadi tiga jenis, tawar tanpa bumbu berwarna putih, asin berwarna kuning, dan berbumbu pedas atau yang populer disebut dengan keripik balado.

Dari ketiga jenis keripik ini, keripik balado adalah jenis yang paling populer dan dianggap paling khas karena rasanya yang pedas manis. Karenanya, terkadang orang salah kaprah dan menganggap keripik sanjai adalah keripik jenis balado.

Ibu Rosnita adalah seorang perajin keripik singkong, menurutnya awalnya hanya ada tiga orang pengrajin yang mulai berjualan keripik singkong balado atau keripik sanjai, yaitu Amai Malan, Amai Seram dan Amai Terimalah. Mereka adalah tiga orang nenek yang berjualan keripik singkong di Los Maninjau, Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi.

Semakin meningkatnya popularitas keripik sanjai sebagai oleh-oleh khas Bukittinggi, bermunculan pula produsen keripik singkong di daerah-daerah lain, bahkan hingga menyebar ke seantero ranah Minangkabau. Uniknya, nama sanjai pun akhirnya menjadi sebutan umum untuk jenis keripik singkong asal Bukittinggi ini.

Pembuatan keripik singkong di Sanjai sebenarnya terbilang sederhana. Keripik berwarna kuning yang bercitarasa asin dibuat dengan merendam potongan keripik singkong dalam bumbu campuran kunyit, bawang putih, dan garam, sebelum digoreng.

Adapun keripik singkong pedas dibumbui dengan saus gula yang dibuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir. Saus gula ini dioleskan pada permukaan keripik yang telah digoreng dengan menggunakan kuas, kemudian dikeringkan.

Cara Budidaya Tanaman Singkong yang Baik

Singkong adalah salah satu jenis makanan pokok yang juga bisa diolah menjadi berbagai produk makanan. Proses penanaman yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Berikut cara budidaya tanaman singkong selengkapnya.

Kondisi Lahan yang Cocok untuk Budidaya Tanaman Singkong

Singkong atau yang dikenal juga dengan nama ubi kayu berasal dari Brasil. Persebarannya kemudian masuk ke negara-negara tropis lain seperti Afrika, India, Madagaskar, Tiongkok, dan juga Indonesia.

Di Indonesia, sentra utama singkong berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat Indonesia menggunakan singkong sebagai makanan pokok, bahan makanan lain (seperti kolak, keripik, dan lain-lain), serta sebagai bahan baku tepung tapioka.

Selain cara budidaya tanaman singkong yang cukup mudah, pemanfaatan tanaman singkong juga sangat lengkap. Semua bagian dari tanaman ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya bagian umbi untuk sumber makanan pokok, daunnya untuk dijadikan sayur yang lezat, serta batangnya dapat dijadikan kayu bakar atau sebagai bibit budidaya tanaman singkong kembali.

Sebelum mengetahui cara budidaya tanaman singkong, ada baiknya jika kamu mengetahui kondisi lahan, iklim, serta hal-hal lainnya yang dapat dikatakan cocok untuk menanam ubi kayu ini. Singkong dapat ditanam di lahan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Tempat penanaman berada di ketinggian 10 sampai 1.500 mdpl.
  • Jenis tanah yang bisa ditanami yakni jenis podsolik merah kuning, mediteran, grumosol, andosol, atau aluvial latosol.
  • Struktur tanah gembur dan banyak bahan organik (subur).
  • Kadar pH tanah berkisar antara 4,5 sampai 8,0.
  • Memiliki iklim tropis dengan curah hujan 1.500 sampai 2.500 mm per tahun.
  • Suhu udara tidak lebih rendah dari 10 derajat Celcius, dan tingkat kelembaban udara sekitar 60 persen sampai 65 persen.
  • Lahan disinari matahari setidaknya selama 10 jam dalam sehari.

Cara Budidaya Tanaman Singkong agar Tahan Hama

keripik singkong balado

Berikut ini cara budidaya tanaman singkong yang perlu dilakukan sekaligus cara pembasmian hamanya.

1. Menyiapkan Bibit

Cara budidaya tanaman singkong yang pertama adalah dengan menyiapkan bibit berupa stek batang bagian bawah sampai tengah.Bibit yang dipilih ini berasal dari tanaman induk yang berumur 10 sampai 12 bulan, dengan diameter sekitar 2,5 cm. Pastikan bahwa tanaman induk belum ditumbuhi tunas-tunas baru. Jumlah bibit yang akan ditanam harus disesuaikan dengan luas area lahan.

2. Menyiapkan Media Tanam

Kemudian, kamu harus menyiapkan media tanam dengan mengukur kadar pH tanah menggunakan kertas lakmus, pH meter, dan cairan pH tester. Jangan lupa untuk mengecek kandungan bahan organic dan unsur hara tanah tersebut. Cara budidaya tanaman singkong selanjutnya yakni membersihkan lahan dari gulma, pembajakan tanah, lalu bentuk bedengan tanah.

Jika tanah sudah selesai digarap, taburkan kapur kalsit atau kaptan (CaCO3) dengan dosis 1 sampai 2,5 ton per ha. Fungsi pengapuran sendiri adalah untuk menaikkan kadar pH pada tanah yang asam atau tanah gambut.

3. Menanam Bibit

Bibit sudah ada, tanah pun sudah siap. Maka ini cara budidaya tanaman singkong lanjutannya yakni menanam bibit. Carany, runcingkan ujung bawah stek batang, lalu tanam dengan kedalaman 5 sampai 10 cm. Untuk tanah yang berair atau lembab, stek batang cukup ditancapkan tidak terlalu dalam.

4. Melakukan Pemeliharaan

Cara budidaya tanaman singkong yang satu ini terdiri dari beberapa tahap berikut ini:

  • Penyulaman

Langkah pertama, lakukan pengecekan pada bibit stek batang yang mati atau tumbuh tidak normal. cabut bibit yang gagal, lalu ganti dengan sisa bibit yang kamu miliki. Selain dicabut, bibit gagal itu juga dapat disulam dengan bibit sulaman pada pagi atau sore hari. Waktu penyulaman yang tepat adalah saat minggu pertama atau minggu kedua setelah menanaman bibit awal.

  • Pencabutan Gulma

Segala jenis rumput liar atau gulma harus dicabut untuk menjaga budidaya tanaman singkong tetap berjalan baik.

  • Penggemburan Tanah

Tanah yang sebelumnya sudah digemburkan sebelum penanaman bibit pasti sudah mengalami perubahan setelahnya. Oleh karena itu, pantau kondisi tanah dan jaga kualitasnya dengan penggemburan tanah yang bisa kamu lakukan di hari yang sama dengan waktu mencabuti gulma.

  • Pemangkasan Tunas

Tanaman singkong yang mempunyai 2 sampai 3 cabang harus dipangkas. Selain agar tunas tidak tumbuh terlalu besar dan memakan tempat, fungsi pemangkasan juga berguna untuk dijadikan bibit simpanan di masa penanaman selanjutnya. Jadi, bibit tak perlu kamu beli lagi.

  • Pemupukan

Jenis pupuk yang dipakai pada cara budidaya tanaman singkong adalah pupuk urea, pupuk TSP dan pupuk KCI. Pemberian pupuk dilakukan saat masa tanam 2 sampai 3 bulan, dengan perbandingan N:P:K = 1/3 : 1 : 1/3. Sedangkan di masa tanam selanjutnya hingga sebelum panen, pupuk diberikan dengan perbandingan 2/3 : 0 : 2/3.

  • Penyiraman

Di dalam cara budidaya tanaman singkong, kondisi tanah harus dalam tingkat kelembaban yang pas. Tidak terlalu kering, namun juga tidak terlalu becek. Pada masa tanam awal hingga 5 bulan, kondisitanah harus selalu lembab. Selanjutnya, cara penyiraman tanamn singkong yang baik yakni dengan pengairan dengan sistem genangan yang dilakukan dua minggu sekali. Jadi, jangan siram langsung air di atas tanaman singkong.

  • Penyemprotan Pestisida

Penggunaan pestisida pada cara budidaya tanaman singkong hanya perlu dilakukan secukupnya, sesuai dengan jenis penyakit tanaman yang diidap. Misalnya bercak daun karena bakteri, layu daun karena bakteri, bercak daun berwarna cokelat, atau bercak daun konsentris. Perlu diketahui, penggunaan pestisida secara berlebihan akan membuat organisme yang baik untuk pertumbuhan tanaman juga ikut mati. Penyemprotan dilakukan pagi hari (setelah embun hilang) atau di sore hari.

5. Membasmi Hama

Jenis hama yang biasa ditemukan pada cara budidaya tanaman singkong adalah hama uret dan tungau merah. Hama uret berada di dalam akar tanaman singkong, yang kemudian membuat akar batang dan umbi rusak sehingga tanaman singkong mati sebelum masa panen. Untuk mengatasinya, bersihkan sisa bahan organic saat awal masa tanam. Atau, kamu juga bisa mencampur cairan insektisida (sevin) pada saat tahap pengolahan tanah (sebelum bibit ditanam).

Sedangkan hama tungau merah menyerang permukaan bawah daun sehingga membuat daun menjadi kering. Untuk mencegah datangnya hama ini, pilihlah bibit awal yang berkualitas yang toleran terhadap tungau merah. Serta semprotkan air dalam jumlah yang banyak.

6. Memanen

Cara budidaya tanaman singkong yang telah diterapkan selama 6 sampai 12 bulan masa tanam dapat dipanen. Untuk varietas singkong genjah, maka tanaman bisa dipanen saat umur 6 sampai 8 bulan. Sedangkan untuk varietas singkong dalam bisa dipanen saat mencapai usia 9 hingga 12 bulan.

Cara panen hanya dengan mencabut batang beserta umbi singkong dengan cangkul atau garpu tanah. Sortir umbi singkong antara yang berwarna bersih dan segar, dengan yang cacat atau memiliki bercak hitam.

Tips Memilih Singkong yang Berkualitas Tinggi

Memilih singkong berkualitas yang empuk saat diolah memang susah-susah gampang. Bentuk awalnya yang keras dan sepintas terlihat sama semua terkadang bisa bikin salah dalam memilih. Hasilnya justru olahan singkong keras dan alot. Singkong yang bagus akan mengembang dan terasa empuk. Jika anda ingin membuat olahan singkong yang empuk, perhatikan tips dalam memilih singkong berikut ini!

1. Perhatikan Kulit Ari Singkong yang Mengelupas

Pilih singkong dengan kulit luar yang mengelupas, sehingga terlihat warna kulit arinya. Kalau warna kulitnya merah muda, bisa dipastikan kalau singkong bagus kualitasnya. Tapi, singkong sendiri memiliki banyak jenis dan belum tentu yang kulit arinya putih atau kuning jelek.

2. Kupas Kulit Singkong

Cara berikutnya untuk memastikan kualitas singkong, bisa dengan mengkupas atau cungkil kulit umbi singkong dengan kuku. Jika terlihat kekuningan (mentega) umumnya lebih baik dari yang putih. Patahkan juga sedikit ujungnya. Bila ada bagian yang membiru, sebaiknya jangan dipilih. Noda kebiruan atau bahkan hitam menandakan kalau singkong telah lama disimpan.

3. Perhatikan Tanah pada Kulit Singkong

Perhatikan tanah yang masih menempel di kulit singkong. Tanah yang masih liat atau basah seperti lumpur menandakan singkong baru dicabut, dan paling ideal untuk diolah.

4. Pilih Batang yang Lurus

Pilih singkong yang batangnya lurus dan gendut bagian tengahnya, singkong seperti ini menandakan sudah siap panen. Hindari juga memilih singkong yang banyak bengkok-bengkok, karena selain biasanya banyak seratnya, juga susah saat diolah, dan penampilannya juga kurang menarik.

5. Perhatikan warna singkong yang dipotong

Jika sudah membeli singkong, langkah terakhir untuk memastikan kualitas singkong yaitu saat dipotong. Jika mudah terpotong dan tidak keras, daging singkong lembab, dan terlihat putih merata, berarti singkong baru dan masih bagus. Jika terdapat lingkaran hitam dan keras sekali saat dipotong, artinya singkong sudah tua dan akan alot saat dimasak.

Itulah tips yang dapat digunakan sebagai patokan dalam memilih singkong yang berkualitas dan empuk. Setelah dikupas dan dipotong, apabila belum diolah, rendam singkong terlebih dahulu, ya. Perendaman dilakukan supaya singkong tetap segar dan tidak berubah warna karena oksidasi.

Resep Keripik Sanjai yang Anjay..

Bahan Utama:

  • 1 kg singkong
  • minyak goreng secukupnya
  • air secukupnya

Bumbu Balado:

  • 250 gram cabai merah keriting/cabai merah besar
  • 200 gram gula merah
  • 120 gram gula pasir
  • 100 ml air
  • 5 siung bawang putih
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 mata asam jawa
  • 3 sendok makan minyak goreng
  • 1 sendok teh garam

Cara Membuat Keripik Sanjai:

  1. Kupas singkong, lalu cuci bersih. Potong-potong sesuai selera. Jangan terlalu tipis agar tidak mudah remuk. Rendam dan cuci sampai airnya jernih.
  2. Rebus air hingga mendidih, lalu rendam singkong di dalamnya.
  3. Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak, lalu goreng singkong dengan api sedang sampai renyah. Jika sudah matang, angkat dan tiriskan minyaknya.
  4. Selanjutnya buat bumbu balado. Haluskan cabai, asam jawa, dan bawang putih.
  5. Panaskan minyak goreng, kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi bersama daun jeruk.
  6. Masukkan 50 ml air, gula pasir, gula merah, dan garam. Aduk-aduk terus. Masak hingga air menyusut dan bumbu kental, lalu matikan api.
  7. Selagi bumbu balado masih panas, segera masukkan keripik singkong dan aduk perlahan sampai tercampur rata.
  8. Pindahkan keripik yang sudah berbalut bumbu balado ke toples. Tunggu sampai dingin, lalu tutup rapat.

Keripik singkong balado alias keripik sanjai siap dinikmati sebagai cemilan

Selain itu, Anda juga bisa membaca: Resep Keripik Daun Singkong Nan Lezat

 

× Whatsapp Kami!