Select Page

Resep keripik daun singkong – Hello guys, kali ini kita akan membahas tentang resep keripik daun singkong yang mudah diikuti sobat dirumah.

Apa Itu Daun Singkong??

Daun singkong adalah daun yang berasal dari tanaman singkong atau ketela pohon. Daun singkong berbentuk lancip dan bertangkai kemerahan. Tanaman singkong banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia, sehingga daunnya dimanfaatkan untuk bahan pangan.

Daun singkong  termasuk sayuran yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Namun patut anda ketahui bahwa mengolah daun singkong gampang-gampang susah. Daun singkong harus diolah secara benar agar tidak menyebabkan keracunan.

Daun singkong umumnya digunakan untuk sayur bersantan. Masyarakat Minangkabau sering menggunakan daun singkong sebagai pelengkap masakan.

Salah satu olahan dari daun singkong yang patut anda coba, yaitu keripik daun singkong. Keripik ini dibuat dengan bahan utama daun singkong dan memiliki rasa yang renyah dan gurih.

Resep Keripik Daun Singkong

Berikut ini saya sajikan cara membuat keripik daun singkong yang renyah dan gurih. Ikuti cara berikut agar daun singkong tidak pahit.

1. Sediakan Bahan-Bahannya

Bahan-bahan resep keripik daun singkong

  • Daun singkong agak tua
  • Tepung terigu secukupnya
  • Tepung beras secukupnya
  • 1 butir kelapa
  • 50 gr gula pasir
  • 0,25 kg telur ayam
  • 50 gr buah kemiri
  • 5 siung bawang putih
  • Minyak goreng secukupnya
  • Garam dapur secukupnya

2. Sediakan Alat-Alat yang Diperlukan

Nah, untuk mengikuti resep keripik daun singkong kamu persiapkan dulu nih alat-alatnya, diantaranya sebagai berikut:

  • Kompor
  • Wadah atau baskom
  • Sendok
  • Panci
  • Wajan
  • Pemarut kelapa
  • Pisau
  • Serok dan sodet
  • Penjepit makanan

3. Mencuci Daun Singkong

Tata cara mencuci daun singkong

  • Cuci daun singkong dengan air sampai bersih.
  • Gulung setiap helai daun singkong dalam bentuk memanjang.

4. Rebus Daun Singkong

Untuk menghasilkan daun singkong yang baik dan sehat sesuai ressep keripik daun singkong ini, ikuti tips berikut.

  • Pilih jenis daun yang akan digunakan.(Tua/Muda)

Pemilihan jenis daun ini akan mempengaruhi tekstur daun singkong dan lama merebus. Untuk daun yang sudah tua, akan memrlukan waktu yang agak lama, namun jika daun yang masih muda akan mempercepat proses perebusan daun.

  • Pisahkan tangkai daun dan daunnya

Pisahkan tangkai daun dengan daun sebelum dimasak. Hal ini proses perebusan dan akan mempengaruhi rasa dari daun singkong.

  • Rebus daun singkong saat air telah mendidih

Pastikan bahwa anda merebus dan singkong saat air telah mendidih agar klorofil cepat larut. Air yang mendidih juga akan membuat daun singkong lebih mudah empuk, layu, dan tidak berbau.

  • Tambahkan sedikit garam saat merebus daun singkong

Garam menetralisir bau tidak sedap pada daun singkong. Garam juga akan membantu daun singkong lebih cepat empuk dan matang sempurna.

5. Cuci Kembali Daun Singkong

Klorofil pada daun singkong dapat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, pusing hingga muntah. Sehingga anda perlu mencuci kembali daun singkong yang tadi anda rebus untuk melarutkan klorofil tersebut. Cuci daun singkong hingga hlang warna hijau pada air cucian.

5. Cara pembuatan adonan resep keripik daun singkong

  • Persiapkan adonan yang terdiri dari irisan daun jeruk purut, telur ayam yang sudah dikocok dan tepung beras. Aduk adonan sampai merata.
  • Setelah itu masukkan santan ke dalam adonan lalu aduk lagi sampai merata. Tambahkan sedikit air. Tapi, adonan jangan terlalu encer ya.
  • Panaskan minyak dalam wadah penggorengan.
  • Masukkan gulungan daun singkong ke dalam adonan. Lalu goreng adonan daun singkong ke dalam wadah penggorengan. Tunggu sampai matang, setelah matang angkat lalu tiriskan keripik daun singkong sampai dingin.
  • Keripik daun singkong sudah jadi dan siap disajikan untuk camilan sendiri atau bersama keluarga.

Kandungan gizi daun singkong

Daun singkong adalah bagian dari singkong yang kaya akan zat-zat gizi. Kandungan gizi mikro dan makro ada di dalam daun singkong. Zat gizi makro yang ada pada daun singkong di antaranya adalah serat, karbohidrat, dan protein.

Zat gizi mikro yang dikandung oleh daun singkong yaitu vitamin A, vitamin B1, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, tembaga, seng, magnesium, dan mangan. Di dalam singkong mengandung beta karoten dan asam amino esensial.

Asam amino esensial yang dikandung oleh daun singkong di antaranya seperti valin, leusin, lisin, isoleusin, dan arginin. Daun singkong mengandung protein lebih banyak daripada singkong terutama yang masih muda.


 

Manfaat Daun Singkong

Kandungan gizi mikro dan makro dalam daun singkong membuatnya memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, beberapa diantaranya adalah

1. Membantu Regenerasi Sel

Asam amino dalam daun singkong dapat membantu tubuh dalam meregenerasi sel-sel yang rusak. Selain itu asam amino esensial membantu memperbaharui sel-sel tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.

2. Mencegah Penuaan Dini

Daun singkong mengandung antioksidan yang sangat melimpah bahkan disebut sebagai sumber antioksidan. Kandungan antioksidan inilah yang dapat mencegah penuaan dini seperti keriput, bintik-bintik karena usia, dan lainnya.

3. Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Metabolisme dalam tubuh perlu dijaga kesehatan dan mekanisme kerjanya. Daun singkong bermanfaat untuk menjaga metabolisme tubuh karena adanya kandungan zat-zat gizi seperti protein, vitamin, dan mineral.

4. Menggugah Nafsu Makan

Daun singkong bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan. Pengonsumsian daun singkong bisa membantu anda memiliki nafsu makan yang baik sehingga bisa menaikka berat badan dengan lebih mudah.

5. Menambah Imunitas Tubuh

Jika annda inngin memiliki imunitas atau sistem kekebalan tubuh yang baik, konsumsilah daun singkong. Daun singkong mengandung vitamin C dan asam folat. Kedua gizi ini dapat melawan mikroba penyebab infeksi atau radang.

6. Menjaga Kehamilan

Ibu hamil biasanya cenderung memiliki masalah anemia. Daun singkong mengandung zat besi yang sangat tinggi. Ini bisa mencegah terjadinya anemia defisiensi besi. Kandungan asam folat dalam daun singkong juga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang janin.

7. Mengatasi stroke

Stroke bisa menyerang banyak orang dewasa kapan saja tanpa mengenal jenis kelamin. Isoflavon dalam daun singkong dapat mengatasi hal ini.

Isoflavon adalah salah satu jenis flavonoid. Zat ini merupakan zat di dalam tubuh yang mampu mengobati tubuh dari stroke dengan cara menurunkan kadar kolesterol LDL yang merupakan kolesterol jahat penyebab stroke.

8. Mengatasi penglihatan kabur

Apabila Anda memiliki penglihatan yang kabur atau tidak jelas maka mengonsumsi daun singkong merupakan hal yang tepat. Manfaat daun singkong bisa membantu mengatasi penglihatan yang kabur agar menjadi lebih jelas.

9. Mengobati diare

Apakah Anda tahu bila manfaat daun singkong bisa untuk mengobati diare? Selain memperbanyak konsumsi air putih, anda juga sebaiknya mengonsumsi daun singkong dan ingat untuk tidak meminum air rebusan daun singkong dalam jumlah banyak karena mengandung sianida.

10. Mengobati demam

Daun singkong juga bisa untuk mengobati demam. Selain itu, manfaat daun singkong juga bisa untuk mengobati sakit kepala. Konsumsilah daun singkong yang telah direbus. Akan tetapi, jangan terlalu lama merebusnya agar kandungan gizinya tidak hilang banyak.

11. Mengobati masalah rematik

Penyakit rematik ternyata bisa diobati secara herbal tanpa menggunakan obat kimia. Cara ini bahkan lebih baik dan tanpa efek samping.

Daun singkong mengandung zat-zat tertentu yang memiliki sifat antiinflamasi. Zat tersebut akan mencegah terjadinya pelepasan zat lain di dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan. Anda bisa mengonsumsi daun singkong yang dicampur dengan air, jahe, dan sereh sebanyak 3 kali sehari.

12. Mengobati cacingan

Daun singkong juga bisa menjadi obat cacing herbal. Kandungan yang ada pada daun singkong bisa menghancurkan cacing yang merugikan kesehatan tubuh terutama terkait dengan masalah pencernaan.


Bahaya Daun Singkong

Berikut tujuh bahaya daun singkong jika dikonsumsi berlebihan:

1. Mengakibatkan Keracunan
Daun singkong mengandung senyawa linamarin dan lotaustralin yang berpotensi menjadi racun sianida yang jika mengendap dan mengiritasi dijaringan tubuh dapat mengakibatkan keracunan.

2. Sakit Perut
Mengonsumsi terlalu banyak daun singkong dapat membuat asam lambung. Dinding lambung mendapat tekanan dan luka karena senyawa yang ada pada daun singkong bersifat sianida yang mampu mengacaukan sistem dan kinerja jaringan perut. Sehingga akan menyebabkan sakit perut, mual-mual dan disertai muntah.

3. Sakit Kepala
Senyawa linamarin dan lotaustralin yang ada pada daun singkong dapat bertindak sebagai racun yang menghambat kelancaran perdaran darah disekitar kepala. Hal ini emicu ketegangan otot saraf kepala sehingga menimbulkan sakit kepala yang terkadang datang secara berkesinambungan.

4. Gangguan Sesak Nafas
Senyawa sianida yang ada pada daun singkong berpotensi menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pada saluran pernafasan. Dimana hal ini dapat menyebabkan sesak nafas, dada nyeri dan terasa seperti sedang terhimpit benda berat.

5. Meningkatkan Kadar Kolesterol
Bagi seseorang yang memiliki kadar kolesterol terlalu tinggi didalam darahnya sebaiknya menghindari mengonsumsi daun singkong. Karena dapat meningkatkan kadar kolesterol yang nantinya dikhawatirkan dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga bisa menghambat kinerja organ tubuh vital antara lain jantung.

6. Meningkatkan Asam Urat
Daun singkong tidak cocok bagi penderita asam urat apalagi dikonsumsi secara berlebihan. Karena didalamnya mengandung zat purin yang dapat menyebabkan meningkatnya asam urat dipersendian dan menimbulkan rasa nyeri serta peradangan.

7. Meningkatkan Tekanan Darah
Seseorang yang menderita darah tinggi sebenarnya masih diperbolehkan mengonsumsi daun singkong. Akan tetapi dalam takaran yang moderat (wajar) dan disarankan tidak ditambahkan santan dalam pengolahannya. Lemak pada santan dapat mempengaruhi tekanan darah dan mengganggu aliran darah.


 

Ciri-Ciri Keracunan Sianida

Seperti telah dibahas diatas bahwa daun singkong mengandung sianida yang berbahaya bagi tubuh. Keracunan sianida ditandai dengan:

  • Lemas, bingung, tingkah laku aneh, kantuk berlebihan, koma, sesak napas, sakit kepala, pening, dan serangan bisa terjadi bersamaan bila keracunan sianida dalam jumlah tinggi.
  • Biasanya, kalau seseorang keracunan sianida secara tiba-tiba dan langsung akut (seperti pada kasus kopi sianida), efeknya dramatis. Korban akan langsung terkena serangan cepat, menyerang jantung dan menyebabkan korban pingsan. Bisa juga racun sianida ini menyerang otak dan mengakibatkan koma.
  • Keracunan sianida akibat efek jangka panjang atau akibat faktor lingkungan biasanya tidak mendapat serangan yang langsung akut.
  • Kulit orang yang keracunan sianida biasanya berubah warna menjadi merah muda atau merah ceri yang aneh akibat oksigen yang tidak bisa sampai ke sel dan tetap tinggal di darah. Orang tersebut juga akan bernapas dengan sangat cepat dan bisa jadi memiliki detak jantung yang sangat cepat atau malah sangat lambat.

Cara Mengatasi Keracunan Sianida

  • Obat penawar sianida (antidot), seperti hidroksokobalamin dan natrium tiosulfat. Penggunaan dua jenis obat ini untuk mempercepat proses detoksifikasi, dan diberikan melalui suntikan pada pembuluh darah. Antidot dapat diberikan tanpa menunggu hasil tes darah terhadap orang yang sangat dicurigai keracunan sianida.
  • Epinephrine. Digunakan untuk membantu kerja jantung dan pembuluh darah dalam mengalirkan oksigen.
  • Arang aktif. Terapi untuk pasien yang keracunan akibat menelan sianida bila keracunan masih dalam waktu 4 jam.
  • Natrium bikarbonat. Digunakan bila terjadi asidosis.
  • Obat-obatan anti kejang, seperti lorazepam, midazolam, dan fenobarbital.
  • Amil nitrit. Merupakan antidot sementara yang diberikan dengan dihirup.

 

Tips Membuat Keripik Sayur yang Gurih dan Renyah

Untuk menghasilkan kualitas kripik sayur yang baik, maka kita harus pintar dalam mengolah maupun packing. Berikut ini cara agar keripik sayur berkualitas baik

A. Pilih Sayuran yang Paling Baik.

Kualitas sayuran akan mempengaruhi keripik sayur dari segi kualitas maupun rasa. Sebaiknya anda memilih sayur yang tidak terlalu lembek dan berasa menyengat.

Jika anda akan menggunakan sayur dengan ciri tersebut, sebaiknya setelah diiris sayur dikeringkan.

B. Metode Memasak

Metode memasak biasanya sangat mempengaruhi kualitas, karena jika menggunakan metode yang salah maka akan menurunkan kualitas dari kripik sayur yang anda buat.

Seandaiya tidak ingin menggoreng ada cara lain, yaitu yaitu dengan cara memanggang atau dengan menggunakan microwave.

C. Dengan Kulit atau Tidak.

Jika anda menyukai keripik sayur yang berkulit, anda harus mencuci terebih dahulu bahan utama agar mengurangi resiko penyakit dan bakteri yang menyerang anda.

Selain itu jika anda lebih menyukai keripik sayur tanpa kulit, maka anda harus mengupas terlebih dahulu kulit nya baru mengirisnya.

D. Iris Tipis

Ketebalan dari bahan utama akan memengaruhi kualitas dari keripik sayur. Jika anda mengiris terlalu tebal, maka keripik tidak akan krispi melainkan menjadi lunak.

Untuk itu bahan utama harus diiris tipis agar menjadi krispi seperti yang anda harapkan.

E. Penggunaan Air Garam

Penggunaan air garam pada pembuatan keripik sayur sebelum digoreng akan mengurangi jumlah kadar air dalam bahan.

Cara menggunakan air garam adalah dengan melarutkan garam pada air lalu bahan utama yang telah diiris direndam dalam air garam selama kurang lebih 20-30 menit lalu ditiriskan dan dikeringkan.

F. Packing atau Finishing

Pada proses finishing yaitu harus memperhatikan cara penyimpanan dari keripik sayur. Untuk mempertahankan kualitasnya, keripik disimpan pada toples yang rapat dan kedap udara agar keripik tetap krispi.


Tips Agar Keripik Tetap Renyah

1. Disimpan dalam Wadah atau Toples yang Tertutup Rapat

Jika kamu ingin keripik yang setelah digoreng tetap renyah, maka kamu perlu menyimpannya di wadah atau toples yang tertutup rapat. Pilih toples yang kualitasnya baik pada bagian tutupnya, makin rapat makin baik.

2. Jangan Terlalu Sering Membuka dan Menutup Wadah

Jika kamu terlalu sering membuka dan menutup wadah, maka angin akan masuk. Hal tersebut tentunya bisa membuat keripik menjadi cepat melempem.

3. Akali Dengan Tisu atau Kertas Makanan

Letakkan kertas itu pada bagian tutup toples, kemudian tutup toples. Hal ini akan mencegah mengalirnya udara dari luar ke dalam yang menyebabkan keripik dan keripik cepat melempem.

4. Menyimpannya di Lemari Es

Dengan menyimpan keripik dalam lemari pendingin juga akan membuat keripik lebih tahan dan awet dalam waktu lebih dari satu minggu.

 


Demikian pembahasan seputar tentang macam macam keripik sayur dan semoga bermanfaat.

Selamat Mencoba 😊😊😊😊