Cara Membuat Kompos Sederhana dan Cepat Jadi

Pasti kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan kata kompos. Meskipun sudah banyak orang yang tahu, banyak yang bingung bagaimana cara membuat kompos yang benar. Kalian yang memiliki hobi berkebun perlu memperhatikan pembahasan tentang cara membuat pupuk kompos sederhana dan cepat.

 

Cara Membuat Kompos Sederhana dan Cepat

Pada umunya bahan dasar yang digunakan untuk membuat kompos ini menggunakan sampah organik. biasanya sampah dari sisa makanan dan tumbuhan. Untuk lebih lengkapnya simaklah artikel berikut ini

 

Apa Itu Pupuk Kompos?

cara membuat kompos sederhana dan cepat

Sebelum kita memulai proses, alangkah baiknya kita berkenalan dengan pupuk kompos terlebih dahulu. Kompos adalah pupuk organik yang terbuat dari proses pelapukan hasil interaksi antara bakteri pembusuk pada bahan organik tersebut.

Bahan yang biasa digunakan yaitu jerami, rumput, sisa makanan, ranting organik atau dahan, bunga yang sudah rontok, dsb.

 

Jenis-Jenis Pupuk Kompos

Eits jangan salah, pupuk kompos banyak jenisnya. Masing-masing jenis yang tentunya memiliki perbedaan. Apa saja sih jenis-jenisnya? Penasaran? Berikut pembahasannya.

1. Pupuk Kompos Aerob

Pupuk aerob merupakan pupuk yang dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen dan dibuat di ruang terbuka. Bahan utama yang digunakan yaitu sisa tanaman dan juga kotoran hewan

Untuk proses pembuatannya memerlukan waktu sekitar 40 sampai 50 hari. Rentang waktu ini tergantung pada jenis bahan baku pupuk yang digunakan.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk ini merupakan pupuk yang proses pembuatannya anaerob. Anaerob memiliki arti bila pembuatan pupuk ini dilakukan di tempat tertutup.

Ciri khas dari pupuk ini ada pada jenis inokulan yang menggunakan EM4 sebagai starternya. Inokulan merupakan campuran berbagai mikroorganisme yang mendekomposisi bahan organik secara cepat dan efektif.

3. Vermikompos

Kompos jenis ini merupakan pupuk yang menggunakan mikroorganisme sebagai pengurainya. Mikroorganisme yang digunakan yaitu cacing tanah dengan jenis Lumbricus, belatung, dsb.

Cara pembuatan pupuk jenis ini adalah dengan memberi pakan cacing tanah menggunakan bahan organik. Hasil kotoran cacing tanah tersebut yang disebut vermikompos.

4. Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair dari pengomposan basah. Bisa menggunakan teknik aerob maupun anaerob.

Pupuk jenis ini memiliki kelebihan yaitu lebih mudah diserap oleh tanaman. Kita harus menggunakan dosis yang tepat agar tidak mengakibatkan kelayuan.

 

Kandungan Pada Pupuk Kompos

Pupuk kompos memiliki kandungan yang banyak yaitu unsur hara MAKRO ( N, P, k, Ca, Mg, S ) dan unsur hara MIKRO ( Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B ). Kandungan unsur hara dari pupuk ini masih lebih rendah dibandingkan dengan pupuk kimia.

Selain itu, kompos dapat menyuburkan tanah dan juga pada pupuk ini terdapat senyawa organik yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kita.

 

Kelebihan Pupuk Kompos

Kompos berperan penting bagi kesuburan tanah baik dari aspek kimia, fisika, dan biologi. Berikut beberapa manfaatnya.

  • Kesuburan tanah meningkat.
  • Aktivitas mikroba dalam tanah terbantu.
  • Karakteristik struktur tanah menjadi baik.
  • Kualitas hasil panen meningkat.
  • Daya serap air tanah meningkat.
  • Menjaga tanaman dari penyakit.
  • ketersediaan unsur hara dalam tanah terbantu.
  • Menyediakan vitamin dan hormon untuk tanaman.
  • Menggemburkan tanah.
  • Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari bahan asalnya.

 

Kekurangan Pupuk Kompos

  • Penggunaan yang cenderung boros karena kandungan unsur haranya yang sedikit membuat kita harus memberi dengan takaran yang banyak.
  • Jika digunakan pada kondisi tanah yang sudah tidak sehat jumlah kebutuhannya beserta biaya operasionalnya akan meningkat.

 

Tahapan Pengomposan

1. Pemilahan Sampah

Yang kita lakukan pada tahap ini adalah memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Kita harus memisahkan sampah-sampah dengan teliti karena hasil komposnya ditentukan dari bahan organik yang digunakan.

2. Pengecilan Ukuran

untuk memperluas permukaan sampah maka dilakukan pengecilan ukuran, sehingga sampah dapat dengan mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos

3. Penyusunan Tumpukan

Sampah-sampah yang sudah dipilah dan dicacah tadi selanjutnya disusun menjadi tumpukan. Biasanya ini menggunakan pola memanjang dengan ukuran panjang x lebar x tinggi = 2m x 12m x 1,75m.

Pada setiap bahan ini bisa kita beri bambu (windrow). Bambu ini bekerja untuk keluar dari udara dalam tumpukan.

4. Pembalikan

Proses ini berfungsi untuk membuang panas yang berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam bahan-bahan, meratakan proses pelapukan di setiap bagian, meratakan pemberian udara, serta membantu membuat bahan menjadi partikel kecil-kecil.

5. Penyiraman

Jika bahan baku dan tumpukan terlalu kering (kelembaban kurang dari 50%) kita perlu melakukan penyiraman. Cara manual untuk mengetahui apakah bahan kompos perlu disiram atau tidak adalah dengan menggenggam kemudian memerasnya.

Jika ketika digenggam dan diperas tidak mengeluarkan udara, maka kita perlu menambahkan udaranya. Dan jika sebelum diperas sudah mengeluarkan air hal ini menandakan bahan kompos terlalu basah dan kita perlu melakukan pembalikan.

6. Pematangan

Penumpukan suhu akan menurun sampai mendekati suhu ruangan pada hari ke 30-40. Tumpukan di hari tersebut sudah mengalami pelapukan dan warna berubah menjadi coklat tua kehitaman.

7. Penyaringan

Proses ini bertujuan untuk memperoleh partikel kompos dan untuk memisahkan dari bahan yang tidak dapat dikomposkan.

Untuk bahan yang belum terkomposkan akan dikembalikan pada tumpukan bahan yang baru. Dan kita akan membuang bahan yang tidak dapat dikomposkan tadi sebagai residu.

8. Pengemasan dan Penyimpanan

Pupuk kompos yang sudah jadi akan dikemas pada kantung dengan bobot yang mengikuti pasaran. Kompos yang sudah dikemas akan disimpan pada tempat yang terhindar dari jamur dan paparan cahaya matahari langsung.

 

Cara Membuat Kompos Sederhana dan Cepat Jadi

cara membuat kompos sederhana dan cepat jadi

Sehabis mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pupuk, selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara membuat pupuk mulai dari bahan dan cara pembuatannya.

Bagaimana Cara Membuat Kompos Sederhana dan Cepat Jadi?

Kita bisa membuat pupuk kompos organik sendiri di rumah. Tanpa harus susah-susah karena kompos terbuat dari sampah organik yang ada di sekitar kita. Berikut adalah penjelasannya.

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Kompos Sederhana dan Cepat

Mungkin sebenarnya pembuatan pupuk kompos menggunakan bahan organik yang sering kita temukan. Tetapi masih ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Ada beberapa bahan yang membahayakan mikroorganisme saat proses pengomposan. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Keseimbangan Hijau dan Coklat

Agar hasil kompos yang kita buat baik dan berkualitas, kita harus menciptakan lingkungan yang ramah dengan mikroba baik dengan mengolah limbah cokelat (kaya karbon) dan limbah hijau yang seimbang.

Tetapi semuanya tidak dapat diurutkan berdasarkan warna. Contohnya seperti pupuk kandang yang berwarna cokelat tetapi dianggap berwarna hijau karena tinggi nitrogen.

2. Pengomposan Rumput

Kita dapat menambahkan rumput pada tumpukan hijau karena rumput sangat cepat berubah dari warna kaya nitrogen menjadi warna cokelat kaya karbon.

Dengan catatan, campurlah rumput dengan bahan lain untuk mencegahnya agar tidak saling menempel dan memadat menjadi keras.

 

Bahan-bahan Yang Perlu Disiapkan Untuk Membuat Kompos Sederhana dan Cepat

Sebelum membahas cara pembuatan kompos, kita perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan. berikut detailnya :

  1. Sisa makanan seperti sayuran dan buah yang sudah busuk
  2. Dedaunan dan rerumputan
  3. Dahan kayu
  4. Kotoran hewan
  5. Dedak
  6. Dektro
  7. Karung Goni
  8. Udara secukupnya

 

Langkah-Langkah Membuat Kompos Sederhana dan Cepat

  1. Siapkan sampah yang akan digunakan sebagai kompos
  2. Pisahkan sampah organik dengan sampah anorganik karena hanya sampah organik yang digunakan.
  3. Siapkan karung goni untuk tempat pembuatan kompos.
  4. Cacahlah sampah organik yang sudah dipilah tadi sampai menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil, semakin cepat proses akan berlangsung.
  5. Campurkan sampah organik yang sudah dicacah tadi dengan dedak.
  6. Larutkan cairan Dectro ke dalam air secukupnya.
  7. Bahan baku yang sudah tercampur tadi kita taruh di atas ubin yang kering pada ketinggian sekitar 30 cm kemudian tutuplah menggunakan karung goni.
  8. Setelah 24 jam, campuran bahan ini sudah terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk kompos.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Kompos

cara membuat kompos sederhana dan cepat jadi

Untuk mendapatkan hasil kompos yang baik dan berkualitas, kita perlu memperhatikan beberapa faktor seperti berikut:

1. Rasio Carbon/Nitrogen Bahan

Proses penguraian bahan organik membutuhkan Carbon dan Nitrogen sebagai energi guna pertumbuhan dan pembentukan protein. Rasio Carbon dan Nitrogen untuk pengomposan adalah 20:1 sampai 30:1 agar pengomposan berhasil.

Kadar C/N yang berlebihan atau dosisnya terlalu tinggi akan mempengaruhi proses pengomposan lebih lama. Semakin rendah jumlah C/N bahan maka waktu yang dibutuhkan untuk pengomposan semakin singkat.

2. Ukuran Bahan

Jika bahan yang kita gunakan berukuran kecil akan mempercepat proses pengomposan. Hal ini terjadi karena semakin luas bahan yang digunakan dengan bakteri.

Untuk bahan yang keras sebaiknya kita cacah sampai berukuran 0,5-1 cm, sedangkan untuk bahan yang tidak keras dengan ukuran yang agak besar sekitar 5 cm.

3. Komposisi Bahan

Proses pengomposan yang menggunakan beberapa macam bahan organik akan lebih cepat dan hasilnya akan lebih baik. Untuk pengomposan dari tanaman akan lebih cepat jadi jika ditambah dengan kotoran hewan.

4. Jumlah Mikroorganisme

Saat proses pengomposan ada beberapa mikroorganisme yang berperan. Beberapa di antaranya adalah fungi, Actinomycetes, dan protozoa. Selain itu, harus sering menambahkan mikroorganisme pada bahan yang akan dikomposkan.

Bertambahnya jumlah mikroorganisme, maka proses pengomposan diharapkan akan lebih cepat jadi.

5. Aerasi

Tahap ini adalah proses penambahan oksigen ke udara. Hal ini dilakukan dengan menyemprotkan udara pada kontak yang dekat.

Kita membutuhkan suplai oksigen atau aerasi yang baik agar proses pengomposan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, kita perlu melakukan proses pembalikan agar bakteri dapat menjangkau ke seluruh bahan.

6. Kelembapan

Pada umumnya, mikroorganisme dapat bekerja dengan kelembapan sekitar 40—60%. Agar mikroorganisme bekerja secara optimal maka kita harus menjaga kondisi ini tetap stabil.

Jika kadar udara mengalami kelebihan akan mengakibatkan terganggunya aerasi. Dan jika kadar air mengalami gangguan akan mengganggu aktivitas mikroba pengurai.

7. Suhu

Suhu optimal untuk pengomposan sekitar 30-50 ° C. Mikroorganisme akan mati jika suhunya terlalu tinggi. Dan jika suhunya terlalu rendah, mikroorganisme tidak dapat bekerja.

Bila volume sampah pada permukaan semakin tinggi, semakin tinggi pula suhu panas yang akan mempercepat proses pembuatan kompos.

8. Keasaman (pH)

Seluruh bahan organik yang ber-pH 3 sampai 11 dapat dijadikan pupuk kompos, bahan yang baik untuk kompos adalah bahan dengan ph 5,5 sampai 8.

pH akan berubah pada saat proses pengomposan. Yang awalnya bersifat asam akan menjadi netral pada tahap akhir pengomposan.

9. Tidak Hara

Kita harus memperhatikan jumlah kandungan unsur hara pada bahan yang akan digunakan. Semakin banyak kandungan unsur haranya maka aktivitas mikroba saat proses dekomosisi akan memberikan manfaat yang lebih cepat pada tanaman.

10. Bahan Berbahaya

Mungkin ada kemungkinan pada bahan yang akan kita gunakan sebagai kompos yang mengandung tidak berbahaya. Maka dari itu kita perlu melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu.

Kita bisa menghindari dari benda-benda yang berbahan dasar plastik, logam, batu, kaca, dan bahan lain yang mengandung racun atau tercemar.

11. Jangka Waktu

Jenis bahan yang kita gunakan akan mempengaruhi seberapa lama proses pengomposan terjadi.

Pada umumnya memerlukan waktu selama 2 sampai 3 bulan untuk mendapatkan hasil kompos yang baik dan berkualitas.

 

Ciri-Ciri Hasil Pupuk Kompos Yang Baik dan Berkualitas

  1. Baunya sama dengan tanah dan tidak berbau busuk.
  2. Warnanya coklat kehitaman.
  3. Berbentuk butiran gembur seperti tanah.
  4. Jika pada air akan tenggelam dan airnya tidak akan berubah warna.
  5. Ketika diaplikasikan tidak memunculkan munculnya gulma.

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemberian Kompos

cara membuat kompos sederhana dan cepat

1. Cara Mengaplikasikan Pupuk Kompos

Mungkin biasanya orang-orang mengaplikasikan pupuk kompos dengan menanamnya di dekat akar tanaman. Ternyata hal tersebut benar.

kompos yang cukup ditabur pada permukaan tanah 5-10 cm agar nutrisi yang dimasukkan secara perlahan pada tanaman.

2. Perhatikan Kelembapan Tanah

Pada tanah yang lembab memberikan efek kompos yang mudah terserap. Karena itu, kita perlu menyiram tanah yang kering terlebih dahulu.

Tetapi jangan menyiram secara berlebihan. Siramlah tanah menjadi lembab dan tidak sampai becek.

3. Hindarkan Kompos Dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Memang sinar matahari diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhannya, namun juga bisa menghilangkan nutrisi pada kompos.

Untuk mensiasatinya, berikan mulsa untuk melindungi kompos. gunakan atau gunakan sebagai mulsa.

4. Atur Waktu Berikan Kompos

Meski pembuatan kompos berasal dari bahan organik, tetapi jika nutrisinya berlebihan akan memberikan dampak yang tidak baik.

Kita bisa memberikan pupuk kompos 2-3 kali dalam setahun atau sesuai dengan kondisi tanaman.

5. Jangan Jadikan Kompos Sebagai Satu-Satunya Nutrisi Tanaman

Kompos diaplikasikan dengan baik pada semua tanaman. Tetapi jika diselingi dengan nutrisi lain akan mendukung pertumbuhan tanaman kita.

 

Apa Dampak Membuat Kompos Sederhana dan Cepat?

cara membuat kompos sederhana dan cepat

Jangan salah, dengan membuat kompos sendiri secara sederhana, pasti ada dampak positif dan negatifnya tersendiri. Berikut adalah penjelasan tentang dampak positif dan negatif yang membuat kompos.

 

Dampak Positif Membuat Kompos Sederhana dan Cepat Jadi

Dengan dibuatnya kompos menggunakan sampah organik sekitar, tentunya banyak memberikan dampak positif. Berikut di antaranya:

  • Pengurangan biaya untuk pupuk kebun.
  • Lebih ramah lingkungan.
  • Mengurangi jumlah sampah organik.
  • Menjaga kualitas air tanah.
  • Meringankan beban TPA.
  • Tanaman menjadi pinggiran kota.
  • Mengurangi efek gas rumah kaca.
  • Media aktivitas keluarga

 

Dampak Negatif Membuat Kompos Sederhana dan Cepat Jadi

Meskipun pembuatan kompos banyak memberi dampak positif, masih ada dampak negatif yang ditimbulkannya. Contoh berikut:

  • Jika kompos yang diberikan masih mentah, mikroba akan menyerang bahan organik sehingga unsur hara tanaman menjadi berkurang.
  • Untuk bahan yang berasal dari industri atau perkotaan biasanya mengandung mikroba patogen dan logam berat. Senyawa ini bukan hanya berbahaya pada tumbuhan, manusia dan hewan juga akan merasakan imbasnya.
  • Mungkin sebagian besar kompos menimbulkan bau yang tidak sedap.

 

Demikian artikel yang dapat saya bagikan kepada kalian. Dari pembahasan di atas dapat dilihat bahwa pembuatan kompos susah dan tidak memerlukan waktu yang begitu lama. Kompos juga memiliki banyak manfaat bagi tanaman dan juga lingkungan sekitar. Dengan membuat kompos, kita juga dapat menghemat bahan kimia yang biasanya digunakan untuk membeli pupuk. Selain itu, kita juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang ada di lingkungan sekitar kita. Tunggu apa lagi? Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Similar Posts