Select Page

Bagai air di daun talas, pasti kita sering mendengar pribahasa tersebut. Kira-kira apa ya artinya?. eitss.. Jangan pusing dulu, kita enggak bahas pribahasa kok. Kali ini kita akan membahas tentang tanaman talas. Tanaman dengan nama Colocasia esculenta L ini ternyata banyak digunakan sebagai bahan makanan, salah satunya keripik talas, seperti apa sih cara membuat keripik talas?. Simak artikel ini.

Perbedaan Talas dengan Keladi

cara membuat keripik talas

Talas atau dikenal juga dengan nama latin Colocasia esculenta L. adalah tumbuhan yang memiliki famili Araceae. Tanaman ini berasal dari dataran Asia terutama berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan yang telah digunakan sebagai makanan pokok sebelum padi.

Tanaman talas umumnya memiliki dua jenis varietas yaitu C. esculenta var. esculenta atau yang lazim dikenal dengan dasheen mempunyai pangkal batang membesar dengan sedikit cabang dan C. esculenta var. antiquorum atau yang dikenal dengan eddoe mempunyai pangkal batang tidak terlalu besar tetapi membentuk banyak cabang dengan ukuran besar.

Talas memiliki ciri-ciri umum tumbuh tegak, memiliki sistem perakaran liar, berserabut, dan dangkal. Batang sejati pada tanaman talas tesimpan dalam tanah, pejal, menyilinder atau membulat, umumnya coklat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat di atas tempat munculnya umbi baru.

Selain itu talas memiliki daun dengan tangkai panjang dan besar. Perbungaan pada tanaman ini dikelilingi oleh seludang dan didukung oleh gagang yang lebih pendek dari tangkai daun, bunga jantan dan betina kecil, tempatnya, bunga betina di bagian pangkal, hijau, sedangkan bunga jantan bagian atasnya berwarna putih.

Perbuahan pada talas rapat, biji membundar seperti telur. Adapun bagian talas yang dikosumsi sebagai alternatif makanan pokok bergantung pada tipe dasheen (tipe yang paling umum ada di Indonesia). Pada tipe ini, bagian yang dikosumsi adalah bagian pangkal batangnya yang membesar.

Sedangkan pada tipe eddoe, bagian talas yang dikonsumsi adalah rimpang yang tumbuh dari pangkal batang. Pangkal batang atau rimpang tersebut dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, atau dimasak dalam tabung bambu. Selain itu talas juga dapat diolah menjadi makanan ringan (snack) dengan cara digoreng atau dijadikan keripik.

Selain itu, pangkal batang atau rimpang talas juga bisa dibuat bubur sebagai makanan bayi untuk melancarkan pencernaan. Selain batang bawah dan rimpangnya, lembaran daun dan tangkai daun talas juga dapat dikonsumsi sebagai bahan sayur.

Umumnya di Asia Tenggara, selain untuk bahan makanan, talas juga dimanfaatkan dalam upacara adat, sebagai bahan obat-obatan, dan sebagai makanan ternak, terutama babi. Kultivar talas tertentu juga ditanam sebagai tanaman hias, misalnya talas hitam ‘Black Magic’.

Penamaan Talas sering dicampuradukkan dengan keladi dan jenis-jenis tumbuhan keladi-keladian lainnya. Keladi atau dengan nama latin Caladium spp. adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan dengan batang kecil dan mempunyai daun berwarna-warni sehingga pada umumnya ditanam sebagai tanaman hias.

Kimpul hitam atau dikenal dengan nama Xanthosoma nigrum Vell. dan tanaman sejenis dengan tangkai daun berwarna hijau merupakan tumbuhan asli Amerika Tengah yang mempunyai daun lebar dengan ujung mengarah ke bawah dengan lapisan putih pada permukaan bawah daun.

Bagian yang dikonsumsi dari tanaman ini adalah rimpang cabang dari batang, bukan batangnya. Biyah adalah tumbuhan asli kawasan Malesia dan Australia tropik, tumbuh tegak dengan ukuran yang jauh lebih besar dari talas dengan tangkai daun vertikal dan daun besar yang cenderung tumbuh tegak.

Batang dari tanaman ini dapat dimakan, tetapi bagian luarnya mengandung asam oksalat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan mulut menjadi gatal dan bengkak. Cyrtosperma spp., memiliki rimpang yang tumbuh menjalar dan kadang-kadang mempunyai tangkai daun yang berduri umumnya tumbuh di rawa.

Umunya di Indonesia, penamaan talas, kimpul, dan keladi sering membingungkan. Cara untuk membedakan antara ketiganya memang tidak mudah, tetapi talas dapat tumbuh di tempat dengan maupun tanpa genangan air, sedangkan kimpul dan keladi tidak dapat tumbuh di tempat berair.

Aneka Jenis Talas

cara membuat keripik talas

Umumnya di Indonesia terdapat empat jenis talas. Empat jenis talas tersebut yaitu:

Talas Belitung

Talas belitung memiliki ciri khas yaitu memiliki banyak lendir sehingga tidak sepulen talas bogor. Talas belitung juga dikenal dengan nama kimpul. Kimpul biasanya dikukus dan dijadikan makanan tambahan.

Talas Padang

Talas padang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Kalau kita berwisata ke Padang, kita bisa menemukan keripik talas. Talas padang memiliki ciri berukuran paling besar dan biasa digunakan untuk membuat keripik.

Talas Bogor

Talas ini berasal dari Kota Bogor dan menjadi salah satu oleh-oleh khas kota hujan. Talas bogor memiliki dua jenis yaitu talas ketan dan talas mentega. Jika ingin tekstur pulen sebaiknya memilih talas ketan. Namun, jika ingin tekstur berpasir gunakan talas mentega

Talas Pontianak

Talas pontianak memiliki warna keunguan dan memiliki tekstur tidak terlalu pulen. sehingga talas ini lebih sering diolah menjadi berbagai makanan. Selain nikmat, tampilan makanan tentu menjadi lebih menarik.

Manfaat Talas Untuk Kesehatan

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Selain nikmat dikosumsi, talas juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat dari akar talas dalam makanan adalah perannya dalam pencernaan. Kadar tinggi serat makanan yang ditemukan pada talas membuatnya sangat penting untuk mendukung gastrointestinal kesehatan.

Talas mengandung serat yang berperan dalam proses pencernaan sehingga membantu mencegah kelebihan gas, kembung, kram, sembelit, dan bahkan diare. Sistem pencernaan yang sehat dan teratur dapat sangat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

2. Pencegahan Kanker

Manfaat talas juga memainkan peran penting dalam aktivitas antioksidan dalam tubuh sehingga mampu mencegah kanker. Tingginya kadar vitamin A, C, dan berbagai antioksidan fenolik lainnya yang ditemukan dalam talas dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

Selain itu talas juga dapat menghilangkan radikal bebas berbahaya dari sistem tubuh manusia. Radikal bebas adalah berbahaya oleh-produk dari sel metabolisme yang dapat menyebabkan sel-sel sehat bermutasi dan berubah menjadi kanker sel.

Menurut penelitian menyatakan bahwa cryptoxanthin, yang terdapat dalam akar talas, secara langsung terkait dengan peluang yang lebih rendah untuk mengembangkan kanker paru-paru dan oral.

3. Pencegahan Diabetes

Serat makanan pada talas dapat menurunkan resiko terkena diabetes karena mengatur pelepasan insulin dan glukosa dalam tubuh. Serat tersebut dapat mengelola kadar glikemik dengan lebih baik dan menurunkan resiko terkena diabetes.

Para penderita diabetes sangat disarankan menkosumsi makanan kaya serat seperti akar talas dapat membantu mencegah lonjakan berbahaya dan menurunkan gula darah serta membantu meningkatkan rasa kenyang.

4. Peningkatan Kesehatan Jantung

Talas juga mengandung mineral penting sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mineral potasium pada talas tidak hanya memfasilitasi transfer cairan yang sehat antara membran dan jaringan di seluruh tubuh, tetapi juga membantu menghilangkan stres dan tekanan pada pembuluh darah dan arteri.

Potasium berperan dalam mengendurkan pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat dikurangi dan dengan demikian tekanan pada keseluruhan sistem kardiovaskular berkurang. Potasium bahkan telah dihubungkan dengan peningkatan fungsi kognitif karena koneksi saraf dapat ditingkatkan ketika tekanan darah berkurang, dan transfer cairan antara membran saraf dioptimalkan.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Talas mengandung berbagai antioksidan, termasuk beta-karoten dan cryptoxanthin. Antioksidan dapat mencegah radikal bebas dari menyerang sel mata dan menyebabkan degenerasi makula atau katarak sehingga dapat membantu meningkatkan penglihatan.

6. Perawatan Kulit

Talas juga mengandung vitamin E dan vitamin A. Kedua vitamin esensial ini bekerja untuk menghilangkan kondisi kulit dan meningkatkan kesehatan sel secara keseluruhan. Menambahkan akar talas ke dalam makanan sangat baik untuk kesahatan kulit, sehingga mengkosumsi talas secara teratur dapat mengobati cacat dan luka pada kulit.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Talas memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Kandungan vitamin C pada talas sangat baik perannya pada sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini membantu merangsang sistem kekebalan untuk membuat sel darah putih, yang melindungi tubuh dari patogen dan agen asing.Selain itu, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

8. Meningkatkan Sirkulasi

Kandungan zat besi dan tembaga pada talas sangat berperan dalam mencegah anemia dan meningkatkan sirkulasi seluruh tubuh. Zat besi dan tembaga berfungsi dalam produksi sel darah merah sehingga mampu membawa oksigen yang sangat penting ke sistem organ tubuh manusia.

9. Mengatasi Masalah Darah Tinggi

Talas juga bermanfaat dalam mengatasi permasalahan darah tinggi. Talas mengandung potasium yang dapat mengurangi tekanan darah pada pembuluh darah sehingga talas baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Selain itu, talas juga mampu mengurangi stres pada sistem kardiovaskular, dan kandungan potasium yang ada di dalamnya mampu meningkatkan fungsi kognitif.

Cara Budidaya Tanaman Talas

Tahap awal untuk mendapatkan rasa keripik talas yang enak, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu cara budidaya tanaman talas untuk mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi. Berikut adalah cara budidaya tanaman talas.

1. Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit dapat dilakukan setelah tunas diperoleh dari talas yang telah berumur 5–7 bulan, yaitu tunas kedua dan dan ketiga. Kalau bibit dari umbi, yaitu setelah umbi berdaun 2-3 lembar, umbi siap ditanam pada tanah yang telah diolah sampai gembur, dengan jarak tanam 75 x 75 cm dan dalam 30 cm.

2. Penyiapan Lahan

Pada tahap pengolahan maupun penyiapan lahan gunakan tanah yang gembur dan lepas. Cara pengolahan tanah dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pengolahan tanah setelah tanaman padi dan setelah tanaman sayuran. Pengolahan tanah setelah tanam padi mulai dengan pembabatan jerami. Jerami tersebut kemudian ditumpuk kemudian di bakar.

Tanah dibiarkan beberapa hari kemudian dicangkul, dihaluskan dan dibuat bedeng-bedengan dan pemupukan dasar. Pengolahan tanah jika talas di tanam setelah tanaman sayuran, dilakukan dengan menyiangi gulma, mencangkul, membuat bedeng-bedengan dan pemupukan dasar.

3. Pembentukan Bedengan

Talas biasanya ditanam dalam dua baris di bedengan selebar 1,2 m, sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan lebar petakan lahan dengan jarak 45 cm atau berkisar 70 x 70 atau 50 x 70 cm atau kombinasi yang lain.

4. Cara Penanaman

Penanaman talas sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau bila curah hujan merata sepanjang tahun. Cara penanaman bibit talas, yaitu meletakkan bibit talas tegak lurus di tengah-tengah lubang, kemudian ditimbun sedikit dengan tanah agar dapat berdiri tegak. Penimbunan ini kira-kira 7 cm, sehingga lubang tanam tidak seluruhnya tertutup oleh tanah.

5. Pemupukan

Pemupukan talas dapat dilakukan dengan pupuk kandang atau pupuk buatan seperti urea, TSP dan KCl atau campuran ketiganya. Jumlah pupuk yang diberikan tidak banyak, cukup 2 sendok saja (untuk pupuk buatan) dan dua genggaman untuk pupuk kandang untuk satu tanaman. Setelah di pupuk, di atasnya kemudian ditambahkan tanah yang dicampur dengan jerami.

Pemupukan dasar dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah yaitu mencampur sebanyak 1 ton pupuk kandang/hektar. Sedangkan pemupukan pertama dilakukan 1 bulan setelah bibit di tanam, yaitu dengan menggunakan sebanyak 100 kg urea dan 50 kg TSP per hektar. Aplikasi pemupukan yaitu dengan cara membuat lubang pupuk disamping lubang tanam 3 cm.

6. Panen

Talas sudah dapat dipanen jika telah mencapai umur 6-9 bulan, tetapi ada yang memanennya setelah berumur 1 tahun dan ada pula kultivar yang 4-5 bulan sudah dapat dipanen contonya talas genjah yang dapat dipanen dalam 5 bulan.

Talas bentul yang ada di Kota Bogor dapat dipanen setelah berumur 8-10 bulan dengan umbi yang relatif lebih besar dan berwarna lebih muda dan kekuning-kunigan. Talas sutera yang dipanen pada umur 5-6 bulan, yang umbinya berwarna kecoklat-coklatan yang dapat berukuran sedang sampai besar.

7. Pasca Panen

Pengumpulan

Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.

Penyortiran dan Penggolongan

Pemilihan atau penyortiran umbi talas sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi talas dapat dilakukan setelah semua pohon dan ditampung dalam suatu tempat.

Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.

Pengemasan dan Pengangkutan

Pengemasan umbi talas bertujuan untuk melindungi umbi dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Untuk pasaran antar kota/dalam negeri dikemas dan dimasukkan dalam karung-karung goni atau keranjang terbuat dari bambu agar tetap segar.

Ciri-Ciri Talas Berkualitas Baik

  1. Pilih yang batangnya kering dan kemerahan. Batang yang sudah kemerahan menunjukkan talas sudah tua.Talas yang muda biasanya magel.
  2. Tekan bagian bawah, jangan pilih yang lembek
  3. Potong atasnya. Pilih yang putih, tidak berbintik-bintik.
  4. Talas yang masih bertanah, bisa dilihat kondisi tanahnya. Pilih yang basah. Yang sudah kering, umumnya sudah lama.

Resep Cara Membuat Keripik Talas

Bahan

  • 3 buah talas
  • 5 siung bawang putih
  • 1/4 sdt kunyit bubuk
  • garam
  • 1/2 sdt kapur sirih
  • 500 ml air
  • minyak goreng
  • 1 sdm bawang putih bubuk
  • bumbu balado bubuk
  • cabai bubuk

Langkah

  1. Kupas tala yang sudah disediakan
  2. Cuci talas yang sudah dikupas hingga bersih
  3. Potong-potong talas dengan bentuk panjang korek api
  4. Rendam talas yang telah dipotong ke dalam air yang telah diberi kapur sirih hingga 30 menit agar lendir di talas berkurang.
  5. Haluskan bawang putih dan campurkan bersama bubuk kunyit dan garam ke dalam sedikit air.
  6. Tiriskan talas di dalam air kapur lalu masukkan ke dalam air telah berisi bumbu
  7. Diamkan hingga 30 menit sebelum digoreng.
  8. Panaskan minyak lalu goreng talas yang telah dibumbui hingga kering.
  9. Angkat talas dan tiriskan
  10. Tunggu hingga talas dingin.
  11. Masukkan bumbu balado bubuk, cabai bubuk dan bawang putih bubuk.
  12. Campur bumbu dan talas hingga merata.
  13. Keripik talas siap di sajikan

Selain artikel ini, Anda juga bisa membaca: Inilah Cara Membuat Keripik Terong Ungu

× Whatsapp Kami!