Select Page

Pare adalah jenis tumbuh-tumbuhan yang masuk ke dalam golongan sayur-sayuran. Tumbuhan dengan nama Momordica Charantia ini masuk ke dalam anggota keluarga mentimun (Cucurbitaceae). Pare menjadi salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi berbagai varian olahan masakan yang lezat, salah satunya keripik pare. Kira-kira bagaimana cara membuat keripik pare yang sehat, enak dan tidak pahit? ayo simak artikel berikut.

Cara Menanam dan Perawatan Tanaman Pare

cara membuat keripik pare

Sebelum memulai membuat keripik pare yang enak, sehat dan tidak pahit, terlebih dahulu kita mengetahui cara menanam pare untuk mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi. Berikut adalah cara menanam dan merawat tanaman pare.

1. Persiapkan Bibit

Proses pertama dalam menanam tumbuhan pare adalah dengan menentukan bibit yang tepat. Bibit pare bisa didapatkan dari buah pare yang sudah masak atau bisa dibeli di pasar tradisonal. Jika mengambil bibit dari pohonnya langsung sebaiknya diambil dari pohon yang masih segar atau belum mati. .

Buah yang dipilih tentunya harus memiliki bentuk yang sempurna dan bagus, supaya didapatkan bibit yang berkualitas unggul juga. Pastikan untuk menghindari buah yang terlihat cacat, sering terkena penyakit, dan pertumbuhannya tampak tidak normal.

Buah pare yang sudah dikumpulkan itu, masing-masing dibelah menjadi dua, lalu biji di dalam buahnya diambil. Biji-biji tersebut dikumpulkan, kemudian dijemur di bawah matahari langsung. Selain diambil dari pohonnya bibit pare juga dapat dibeli di pasar.

Untuk bibit yang dibeli, sebaiknya perhatikan apakah bijinya sudah memiliki sertifikat. Baru setelah itu berlanjut ke proses penanaman.Sebelum memasuki proses penanaman, ada baiknya menyeleksi bibit yang sudah dikumpulkan. Untuk memilih bibit terbaik yang nantinya akan tumbuh dengan baik pula.

Caranya adalah dengan merebus biji-biji tersebut selama 30 menit. Biji yang kualitasnya baik akan mengambang, sedangkan yang kualitasnya kurang baik akan tenggelam ke dasar wadah. Silahkan ambil biji-biji yang mengambang.

Benih pilihan tersebut kemudian dipecah menggunakan potongan kuku maupun gunting kecil, dengan memotong kulit luar bagian pangkal supaya benih cepat berkecambah.

Setelah itu direndam dalam larutan fungisida Saromil 0,5g/l selama kurang lebih 10 menit, kemudian benih disebar ke atas handuk atau kertas merang dan dibiarkan selama 2 sampai 3 hari hingga mengeluarkan radikula.

2. Persiapan Lahan

Untuk memasuki proses penanaman, maka perlu adanya persiapan lahan. Lahan harus digemburkan dulu dengan cara di cangkul dan dibersihkan dari tanaman atau rumput liar. Lalu lahan dibuat bedengan, misal lebar x tinggi 150 cm x 30 cm.

Selanjutnya tanah ditaburkan pupuk organik, pupuk urea, pupuk NPK dan pupuk KCl, lalu diaduk supaya tercampur rata. Pastikan untuk mengecek pH tanah, jika pH-nya kurang dari 7, bisa dinetralkan dengan memanfaatkan dolomit.

Setelah lahan tanamnya sudah gembur, bedengan tersebut kemudian ditutup dengan mulsa plastik warna hitam perak. Lalu buat lubang tanam sehari sebelum tanam dengan kedalaman ideal 6 cm, di mana 1 bedengan diisi 2 baris lubang tanam, yang jarak tiap lubang tanamnya 45 hingga 60 cm dalam 1 barisan.

3. Proses Menanam Pare

Jika penanaman dilakukan saat musim kemarau, sebaiknya benih disemai terlebih dahulu. Sedangkan saat dilakukan di musim penghujan, bisa langsung ditanam di lahan.

Penyemaian dilakukan pada media tanam berupa campuran dari tanah, pupuk kandang, arang sekam dan sabut kelapa dengan perbandingan sama yang kemudian dimasukkan ke dalam tempat semai.

Kemudian diratakan dalam tray bagian yang lancip pada bagian yang dipotong dengan ukuran 14×7 lubang. Baru setelah itu ditutup dengan mulsa plastik. Selama proses penyemaian, wajib dilakukan penyiraman rutin setiap hari.

Untuk proses tanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu, tiap lubang tanam bisa diisi sebanyak 1 sampai 3 benih pare. Proses tanam sebaiknya dilakukan saat sore hari, sehingga setelah benih dipendam, maka penyiraman dapat langsung dilakukan. Sebaiknya tiap lubang tanam diberi insektisida sebanyak 5 butir dengan cara ditabur.

4. Perawatan Tanaman Pare

Dalam satu minggu pertama, tanaman pare membutuhkan pasokan air yang penuh. Sehingga perlu disiram air secara rutin tiap harinya. Kalau tanah sudah basah oleh hujan, sebaiknya tidak perlu disiram ulang.

Segera membuat para-para jika benih sudah ditanam. Setelah benih ditanam. Karena tanaman ini merupakan tanaman dengan batang merambat yang nantinya buah pare akan menggantung di para-para.

Pembuatan para-para dapat menggunakan bahan dari bambu yang sudah dibelah. Kemudian bambu disusun sepanjang bedengan, dengan bentuk kotak. Tujuannya supaya tumbuhan pare nantinya akan terlihat rapi dan tertata baik.

Selama seminggu pertama, perhatikan apakah ada benih yang tumbuhnya abnormal atau gagal. Jika semisal ada, maka perlu dilakukan penyulaman. Caranya adalah dengan mencabut benih gagal tersebut dan disulam dengan benih yang baru.

Pemupukan lanjutan dapat dilakukan mulai sejak tanaman memasuki usia 3 minggu. Dan untuk pemupukan lanjutan berikutnya, dilakukan tiap 2 minggu sekali. Pupuk lanjutan dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK 16:16:16, dengan takaran tiap hektar 40 sampai 50 kg. Pemberian pupuknya dengan cara dikucurkan.

Kemudian pada pemupukan lanjutan kedua, yakni dilakukan berselang 8 sampai 10 hari setelah pemupukan pertama. Gunakan pupuk yang sama, tapi takarannya menjadi 2 kali lipat dengan cara dikucurkan.

5. Proses Panen Tanaman Pare

Setelah dipindahkan, tanaman yang sudah memasuki umur 42 hari dilakukan pemanenan. Meskipun waktunya bisa berbeda tergantung dari varietas tanamannya. Panen sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari. Dan panen selanjutnya dapat dilakukan dalam interval yang singkat yakni setiap 3 sampai 4 hari sekali. Pemanenan dapat dilakukan hingga produktivitas tanaman pare mulai berkurang. Tujuannya agar kualitas panen dapat terjaga dengan baik.

Pemupukan Tanaman dan Pembasmian Hama

cara membuat keripik pare

Sebaiknya pemberian pupuk juga disesuaikan dengan fase pertumbuhannya. Saat tanaman dalam fase generatif, maka pupuk yang diberikan adalah pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi, yakni dengan disemprot.

Lalu saat memasuki fase generatif, maka perlu diberikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) tinggi. Dan supaya proses muncul buah menjadi lebih cepat, maka disarankan untuk menggunakan ZPT yang berbahan aktif etilen biggest.

Adapun pengendalian hama serta penyakit yang mungkin saja menyerang tanaman pare. Untuk menghindarinya adalah dengan menyemprot pestisida pada tanaman secara berkala, tentunya dengan dosis serta cara aplikasi yang sesuai dan tertera di kemasan.

Ada beberapa hama dan penyakit yang berpotensi menggagalkan panen yaitu layu fusarium, layu bakteri, gemini virus, serkospora, lalat buah, tungau dan trips.

Pemangkasan dapat dilakukan supaya produksi buah parenya melimpah. Yakni dengan memangkas bagian cabang dari tanaman pare. Yakni sebanyak 2 kali setiap 1 kali periode penanaman pare.

Menghilangkan Pahit dari Pare

1. Remas Bersama Garam atau Gula Pasir

Meskipun diremas dengan garam atau gula pasir, rasa pare tidak akan berubah jadi keasinan atau kemanisan.Sebelum diremas-remas dengan garam, kamu perlu mencuci dan memotong-motong parenya terlebih dahulu. Buang biji pare dan bersihkan selaput yang terdapat di bagian dalam pare.

Setelah itu, iris tipis-tipis parenya dan taburkan dengan garam atau gula pasir. Remas pare hingga jadi agak melunak atau ‘melemas’. Kemudian  diamkan pare dalam wadah selama 15-20 menit. Jangan lupa untuk cuci pare hingga bersih sebelum dimasak.

Selain diremas, cara ini juga dipercaya bisa mengurangi pahit dari pare. Rebus pare dengan air yang sudah diberi garam atau gula pasir sebelumnya. Angkat pare jika sudah empuk atau setengah matang.

2. Rebus Bersama Daun Jambu Biji

Daun jambu biji juga dapat mencegah diare jika diminum air rebusannya, ternyata juga bisa digunakan untuk menghilangkan pahit pada pare. Caranya, remas-remas terlebih dahulu daun jambu biji, kemudian rebus bersama pare hingga pare setengah matang.

Gunakan 7-10 lembar daun jambu biji untuk 500 gram pare. Selagi merebusnya, kamu juga bisa menambahkan garam atau gula pasir agar rasa pahitnya lebih banyak hilang

3. Lempengan Tanah Liat (Lempung/Ampo)

Salah satu cara menghilangkan rasa pahit pada pare yaitu dengan mencuci lempengan tanah liat hingga bersih lalu rebus bersamaan dengan pare hingga setengah matang.

Lempengan tanah liat untuk memasak ini banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Tapi sekarang banyak orang telah meninggalkan cara yang satu ini karena dianggap kurang bersih.

Menghilangkan Pahit dari Daun Pepaya

1. Gunakan Garam Kasar

Jika pare diremas-remas dengan garam halus, beda lagi kalau daun pepaya. Pahit dari daun pepaya ini bisa juga dihilangkan dengan cara meremas-remasnya dengan garam kasar hingga layu. Setelah itu, diamkan daun pepaya selama 10-15 menit dan bilas hingga bersih. Dengan garam ini, getah pada daun pepaya bisa berkurang sehingga rasa pahitnya juga akan hilang.

2. Rebus dengan Dedaunan Lain

Daun pepaya bisa berkurang rasa pahitnya jika direbus bersama dengan jenis daun lain seperti daun jambu biji, daun jambu mete, atau daun singkong. Setelah direbus dan ditiriskan, daun pepaya bisa dipisahkan dari daun tambahan lainnya lalu siap untuk dimasak.

Jika masih terasa pahit, kita bisa mengulang lagi proses rebusan ini. Biasanya kalau dicampur dengan daun singkong, saya tidak memisahkan daun pepaya dan daun singkongnya. Soalnya rasanya malah jadi enak kalau dimakan berbarengan.

3. Rebus dengan Asam Jawa

Selain bisa membuat wangi, asam jawa juga bisa mengurangi rasa pahit dari daun pepaya. Cukup rebus asam jawa dengan daun pepaya, kalau masih pahit kamu bisa tambahkan asam jawa lebih banyak lagi.

4. Meremas Daun Pepaya

Cara menghilangkan rasa pahit pada pare lainnya yaitu dengan remas-remas daun pepaya di bawah air keran yang mengalir, hingga daun pepaya jadi lemas dan airnya sudah tidak berwarna hijau. Dengan cara ini, getah akan keluar dan terbuang bersama air yang mengalir tadi.

Setelah menghilangkan rasa pahitnya, jangan lupa untuk lanjut dimasak bersama aneka campuran bumbu sehingga rasanya lebih maknyus lagi. Semakin banyak bumbu dan rempah yang digunakan, rasa pahit juga akan semakin berkurang karena pasti didominasi rasa dari bumbunya.

Cara Mengolah Pare Agar Tidak Pahit

Pare merupakan jenis buah yang memiliki beragam khasiat bagi tubuh seperti melancarkan pencernaan dan mengendalikan gula darah dalam tubuh. selain itu harga pare yang relatif ekonomis serta gampang dijumpai membuat buah ini jadi favorit banyak orang untuk dijadikan lauk pendamping nasi.

Rasa pahit pada pare membuat pare sangat dibenci oleh sejumlah orang. Padahal sebenarnya kamu bisa mendapatkan manfaat dari pare tanpa harus merasakan sensasi pahit buah yang satu ini. Caranya cukup dengan teknik memasak khusus, seperti berikut ini.

1. Pilih Pare yang Masih Muda

Umumnya semakin matang dalam memasak pare maka semakin pahit rasa pare tersebut. Beberapa ciri fisik yang dimiliki oleh pare yang sudah matang atau tua adalah ukuran yang besar serta warna yang muda. Jadi, untuk menghindari rasa pare yang terlalu pahit, sebaiknya kamu memilih pare berukuran sedang dengan warna hijau tua.

2. Rendam dengan Yoghurt Plain

Yoghurt dikenal sebagai kudapan yang menyehatkan dan baik untuk pencernaan. Tapi ternyata yoghurt plain bisa digunakan untuk menghilangkan rasa pahit pare. Caranya pun cukup mudah, kamu cukup memasukkan pare ke dalam yoghurt plain selama 1 jam. Setelah itu pisahkan pare dan cuci bersih hingga tidak ada sisa yoghurt yang menempel.

3. Direbus Bersama dengan Tanaman Daun Jambu Biji

Daun jambu juga bisa menghilangkan rasa pahit pare. Caranya, iris pare dan hilangkan bijinya. Masukkan potongan pare dan beberapa lembar daun jambu biji ke dalam panci berisi air lalu rebus sekitar 5 menit.

Manfaat Air Rebusan Pare

1. Meredakan Asma

salah satu manfaat air rebusan pare yaitu untuk meredakan asma. Pare terbukti dapat membantu mengurangi gejala penyakit asma dan demam. Hal ini disebabkan karena pare memiliki sifat anti-inflamasi, anti-virus, dan anti-histamin.

2. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Disamping mengandung vitamin C, sayuran pare juga kaya akan vitamin K. Vitamin K sendiri berfungsi untuk mengatur pembekuan darah normal dan menyebarkan kalsium ke seluruh tubuh. Jadi, mengonsumsi sayuran pare secara rutin bermafaat agar tulang menjadi lebih sehat dan kuat.

3. Pengobatan Sel Leukimia

Manfaat minum air rebus pare ternyata bisa menghambat perubahan sel leukimia. Pare mengandung cucurbitacin, yaitu, zat yang mempunyai dua fungsi sekaligus dapat mengobati leukimia dan menurunkan kadar gula darah.

4. Mengobati Diabetes

Khasiat pare selanjutnya untuk tubuh berfungsi sebagai insulin untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Manfaat air pare panas dapat membentuk Charantin yang berguna untuk meningkatkan penyerapan glukosa dan sintesis glikogen di dalam sel-sel yaitu, sel hati, sel otot, dan jaringan lemak.

5. Melindungi Kehamilan

Pare pahit juga memiliki kadar folat yang sangat baik untuk tubuh yaitu, 72/100 gram (18 persen dari RDA). Kandungan folat sangat diutamakan untuk para ibu hamil, apalagi saat awal-awal kehamilan. Folat dapat membantu mengurangi timbulnya cacat saraf pada bayi.

6. Mengurangi Sembelit

Pare juga bermanfaat dalam mengurangi sakit sembelit. Sebab, terdapat kandungan yang bisa merangsang gerak peristaltik dan pencernaan makanan melalui usus sampai dikeluarkan dari dalam tubuh. Hal tersebut sangat membantu dan mengurangi gangguan pada pencernaan dalam masalah sembelit.

Resep Membuat Keripik Pare

Bumbu Halus:

  • 2 butir bawang putih
  • 1/2 sdm ketumbar
  • Kunyit (selera)
  • Lada bubuk (selera)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih pare. Belah dua kemudian kerok bagian dalamnya (biji pare) dengan memakai sendok.
  2. Iris-iris tipis. Jangan tebal nanti pahitnya terasa.
  3. Beri garam secukupnya -/+ 1 sdm garam.
  4. Remas-remas dengan tangan bersih sampai berair/keluar lendirnya.
  5. Rendam sejenak dengan air secukupnya -/+ 10menit.
  6. Sembari menunggu. Kocok telur, bumbui beri garam, bumbu halus dan kaldu jamur.
  7. Setelah pare direndam, bilas sampai bersih sambil diperas-peras. Bilas empat kali
  8. Balur pare dengan kocokan telur lalu ke pelapis kering. Satu per satu.
  9. Panaskan minyak, goreng hingga krispi.
  10. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat & tiriskan.

Selain artikel ini, Anda juga bisa membaca: Inilah Resep Cara Membuat Keripik Kaca yang Renyah dan Krispi

× Whatsapp Kami!